Entah gejala ini karena dosa yang kuperbuat atau komplikasi lain, hati gw selalu sedih, kesal, menyesal, benci, iri, semua negative emotion meligkupi hidup gw. Semakin terus gw pikirkan, gw semakin membenci diri gw sendiri. Artinya, gw melawan Tuhan yang sudah menciptakan manusia begitu sempurna.
Kejadian 1:27,31
(27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
(31) Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
Ya, dan gw berani melakukannya. Gw benar2 terkutuk di hadapan-Nya... Karena selama ini gw hidup hanya dengan mengandalkan diri gw sendiri.
Yeremia 17:5
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!"
Gw sedih, mengapa hidup di dunia begitu sulit, begitu "sulit membajak" dan mencari nafkah, mungkin memang sejak Adam jatuh dalam dosa, hidup menjadi lebih sulit karena penyertaan Tuhan hilang.. Sejak kecil sudah memiliki hutang bagi negara, sekian juta, lalu persaingan nilai di sekolah, penentuan karir, adaptasi sana-sini, kerja keras2an, tak lagi semudah dahulu, tinggal petik untuk hidup.
Kejadian 1:17,19
(17) Lalu firman-Nya kepada manusia itu....maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu..
(19) dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu,..
Gw kesal, mengapa (hampir) semuanya dilimpahkan ke diri gw? Gw ngerti, mungkin gw uda setia di perkara kecil, jadi anak panit, jadi bagian bantu-bantu, jadi pngurus yang baik-baik. Namun, kenapa gw dijejeli dengan kerjaan yang begitu banyak? Mimpin ini, ngurus itu, hajar sana, hajar sini. Mungkin gw memikirkan terlalu ekstrim dan gw lakuin sendiri, tapi, itu memang tugas gw, gw juga tahu orang lain pun banyak kerjaan selain ngurusin gw, gw gak mau ngerepotin orang. Tapi, sebentar lagi gw bakal meledak... like ticking bomb.
Matius 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Gw menyesal, mengapa waktu dulu, gw hidup hanya untuk sekolah, hanya untuk les, hanya untuk nonton kartun, hanya untuk main, hanya untuk diri gw sendiri. Gw sangat kesepian, namun gw takut juga mengatakannya. Gw menjalani hidup tanpa mentor, tanpa siapapun, hanya diri gw, menghabiskan waktu percuma selama 20 tahun. Tak terasa semua sudah berlalu, begitu cepat, begitu banyak kenangan buruk dan baik (dan buruk).
Yakobus 4:14
Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Gw benci, dengan manusia. Gw benci akan keserakahan, gw benci akan keegoisan, gw benci dengan tindak-tindak kejahatan manusia yang melukai sesamanya, gw benci dunia yang indah ini dilahap habis oleh manusia kotor yang berotak uang dan dirinya sendiri. Gw membenci semua kejahatan manusia. Ya, dan semua manusia memiliki kejahatan karena dosa sudah mengalir dalam darah setiap manusia, dan suatu saat bisa saja muncul. Gw benci manusia, termasuk diri gw sendiri..
Yohanes 8:34
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Roma 3:23
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Gw iri, dengan mereka yang dapat talenta/berkat lebih besar dan banyak dari gw, mereka begitu bergelimangan diatas sana, dan ketika gw bersama mereka, mereka bisa melakukan banyak hal, entah belajar lebih banyak, membeli lebih banyak, berprestasi lebih tinggi, semuanya begitu bercahaya, mereka terlihat akan sukses di masa depan. Dan gw bisa membayangkannya, mereka menjadi dokter yang terkenal, atau pembisnis yang sukses, sedangkan gw hanya menjadi biasa-biasa saja, atau bahkan pengangguran. Yang gw lihat hanya kabut, semua hanya samar-samar, masa lalu dan masa depan gw.
1 Tawarikh 27:15
Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan.
Dan gw hanya manusia biasa. Hanya seorang kecil, yang selalu mengasihani diri akan semua kejadian yang ada, selalu pesimis akan semua hal, terlalu sensitif akan kritik maupun cercaan, rendah diri pula, dan seperti tidak berpengharapan. Gw berdiri harus dipapah orang lain untuk bangkit, sebesar apapun umur gw, tidak akan pernah kedewasaan itu ada di diri gw.
"Apakah ku dapat memahami manusia?
Apakah kudapat memaafkannya?
Apakah ku bisa memaafkan diri?
Apakah ku bisa memahami diri?
Apakah semua masalah ini dapat membentukku,
menjadi lebih dewasa, lebih mengerti,
menjadi tahu apa yang Tuhan mau?"
epilogue:
Dahulu gw membuat begitu banyak puisi, dan mayoritas puisi tersebut tentang mengasihani diri, tentang kesendirian gw, dan emosi-emosi negatif lainnya. Namun, semakin lama, entah karena gw udah terlalu sibuk atau gw sudah belajar meninggalkannya setelah bersama semua teman-teman gw?
~D. Lukman
Sabtu, 05 Februari 2011
Rabu, 19 Januari 2011
3: 1.5 agony, 1.5 evaluate.
Hari ini (18/1) gw kembali sakit, setelah menempuh tahun yang baru 2 minggu lalu. Memang gw akui, gw terlalu sering sakit, mungkin kurang olahraga :P
Dari kemarin pagi, gw merasa sakit kepala ringan, tapi semakin siang semakin sakit.
"Nyut-Nyut, nyut-nyut"
sakit kepala tanpa demam, beberapa teman memberikan kemungkinan diagnosis seperti kurang tidur, kbanyakan pikiran, dan tek. Intra kranial meningkat. Gw langsung terbayang hidrosepalus dan tumor. Jadi kepikiran, tapi karena masih 1 hari, gw optimis saja kalau hanya kelelahan atau stress. Memang gw orangnya jika diberikan banyak tanggung jawab, walau waktunya masih jauh, tetap saja terpikirkan bersama masalah2 yang ada di esok hari.
Lalu gw pulang dengan kepala yang sakit tak tertahankan, dan langsung tidur setelah membereskan beberapa tugas, dan gw terbangun di pagi hari, jem 12 malam. Alhasil gw berusaha membaca 1 diktat dengan kepala yang sakit. Setelah berhasil melewatinya, jam 2 gw memutuskan untuk tidur untuk menghemat tenaga. Namun, selama itu, gw gak bisa tidur karena kepala yang sangat sakit. Ngulet sana ngulet sini, pegang kepala yang sakit, memijit, memukul, menjedukan kepala, minum air, kembali memukul, dan tak sadar sudah jam 5. Gw harus buru2 mandi dan bersiap kuliah...
Sakit kepalanya sekarang semakin hebat, membuat serasa ingin dipotong a.meningea media & a. Jugularis, sampai gw merasa tercekik karena kuatnya dan cepatnya denyut nadi gw. Sampai di kampus, gw hanya bisa tergolek lemah, kesakitan, mendegarkan kuliah sekilas diantara dentuman2 keras di kepala gw.
"Lu seharusnya ga usah ikut kuliah," kata seorang sahabat. Pengennya sie begitu, tapi mo gimana lagi? Udah terlanjur masuk en hari ini juga ada SL. Gw ga bisa ga dateng demi SL. "ya udah, tar gw temenin ke poli," balas seorang sahabat. SL. Untung saja skills lab nya setelah gw lihat tidak terlalu sulit untuk dipelajari. Beberapa teman mendekati dan bertanya kenapa gw, gw hanya bisa menjelaskan dengan nada pelan. "yodah, sini aku temani ke poli!" kata seorang teman, dan pada akhirnya gw dan beberapa teman pergi ke poli umum untuk berobat.
Setelah melewati serangkaian pemeriksaan oleh dokter Y, gw didiagnosis gejala DB, dipikiran gw untung saja bukan yang aneh2.. Lalu gw keluar ruang praktek, ketemu yang laen, sdikit ngobrol2, dan gw bermaksud pulang.
"ada yang jemput?" "Pada di toko smua,"pikir gw, en gw bilang,"gakpapa, gw bisa pulang sendiri."
"Naek taksi aja, dan." "Err.. gw gak ad duit,"dipikiran gw, en gw jawab,"gak papa, gw naek busway aja."
Alhasil, gw pergi, dengan kesakitan, dengan perjuangan, menuju rumah. Tertatih-tatih gw melangkah jembatan busway Semanggi - Benhil yang luar biasa panjang, terkadang angin kencang yang dingin menerpa tubuh gw yang sedang rapuh, seperti dapat runtuh setiap saat. dan pada akhirnya gw sampai di rumah, dengan kelelahan, dan langsung merebahkan tubuh di kasur. Ayah gw ada di rumah, sehingga ada yang menebus obat, namun selama istirahat itu, kepala gw terus dibombardir rasa sakit, membuat gw menggeliat-geliat terus menerus.
Selama 2 hari gw terus kesakitan, gw merasa menderita. Terlintas suatu pemikiran, "jadi seperti inikah orang2 yang sakit DB? kalau mereka yang tumor otak, akankah seperti ini atau lebih sakit lagi?" Selama gw mengerang dan menggeliat tak karuan, ayah gw datang membawakan obat. Setelah konsumsi pertama, tetap saja gw kesakitan dan menggeliat di dalam kamar. Rasanya sudah tak tertahankan, sekilas ingin diberi anastesi atau dipotong saja kepala ini. Ingin ada yang menemani, ingin ada yang teman untuk bercerita, sayangnya tidak ada yang disamping, "inikah rasanya kalau anak kost lagi sakit? Sendirian pastinya..."
Namun setelah konsumsi kedua dan ketiga, rasa sakitnya menghilang tiba-tiba, ketika gw tertidur (dalam obat memang ad obat bikin ngantuk kata dokter), dan gw bisa sadar sepenuhnya setelah tidur 4-5 jam. Jadi waktu sudah jam 5-6PM, gw mulai nyari diktat... baca2. Tapi cuman 1 diktat juga, terkadang pusing itu datang lagi. Dan akhirnya gw berpikir untuk tidur saja.
Dan gw berpikir apa saja yang sudah terjadi. Setelah gw runut2 kebelakang, semakin hal yang terpikirkan, seperti rasa sakit, penyakit terminal, kos, pasien, ujian.... UJIAN! Besok ujian! Haduww.. besok gimana nih?! Ujian tapi lom blajar apa2! Tapia da surat sakit sie, tapi repot ngurusnya... tapi kalo ujian juga gak bisa ngapa2in... gimana ya?
~D.Lukman
Dari kemarin pagi, gw merasa sakit kepala ringan, tapi semakin siang semakin sakit.
"Nyut-Nyut, nyut-nyut"
sakit kepala tanpa demam, beberapa teman memberikan kemungkinan diagnosis seperti kurang tidur, kbanyakan pikiran, dan tek. Intra kranial meningkat. Gw langsung terbayang hidrosepalus dan tumor. Jadi kepikiran, tapi karena masih 1 hari, gw optimis saja kalau hanya kelelahan atau stress. Memang gw orangnya jika diberikan banyak tanggung jawab, walau waktunya masih jauh, tetap saja terpikirkan bersama masalah2 yang ada di esok hari.
Lalu gw pulang dengan kepala yang sakit tak tertahankan, dan langsung tidur setelah membereskan beberapa tugas, dan gw terbangun di pagi hari, jem 12 malam. Alhasil gw berusaha membaca 1 diktat dengan kepala yang sakit. Setelah berhasil melewatinya, jam 2 gw memutuskan untuk tidur untuk menghemat tenaga. Namun, selama itu, gw gak bisa tidur karena kepala yang sangat sakit. Ngulet sana ngulet sini, pegang kepala yang sakit, memijit, memukul, menjedukan kepala, minum air, kembali memukul, dan tak sadar sudah jam 5. Gw harus buru2 mandi dan bersiap kuliah...
Sakit kepalanya sekarang semakin hebat, membuat serasa ingin dipotong a.meningea media & a. Jugularis, sampai gw merasa tercekik karena kuatnya dan cepatnya denyut nadi gw. Sampai di kampus, gw hanya bisa tergolek lemah, kesakitan, mendegarkan kuliah sekilas diantara dentuman2 keras di kepala gw.
"Lu seharusnya ga usah ikut kuliah," kata seorang sahabat. Pengennya sie begitu, tapi mo gimana lagi? Udah terlanjur masuk en hari ini juga ada SL. Gw ga bisa ga dateng demi SL. "ya udah, tar gw temenin ke poli," balas seorang sahabat. SL. Untung saja skills lab nya setelah gw lihat tidak terlalu sulit untuk dipelajari. Beberapa teman mendekati dan bertanya kenapa gw, gw hanya bisa menjelaskan dengan nada pelan. "yodah, sini aku temani ke poli!" kata seorang teman, dan pada akhirnya gw dan beberapa teman pergi ke poli umum untuk berobat.
Setelah melewati serangkaian pemeriksaan oleh dokter Y, gw didiagnosis gejala DB, dipikiran gw untung saja bukan yang aneh2.. Lalu gw keluar ruang praktek, ketemu yang laen, sdikit ngobrol2, dan gw bermaksud pulang.
"ada yang jemput?" "Pada di toko smua,"pikir gw, en gw bilang,"gakpapa, gw bisa pulang sendiri."
"Naek taksi aja, dan." "Err.. gw gak ad duit,"dipikiran gw, en gw jawab,"gak papa, gw naek busway aja."
Alhasil, gw pergi, dengan kesakitan, dengan perjuangan, menuju rumah. Tertatih-tatih gw melangkah jembatan busway Semanggi - Benhil yang luar biasa panjang, terkadang angin kencang yang dingin menerpa tubuh gw yang sedang rapuh, seperti dapat runtuh setiap saat. dan pada akhirnya gw sampai di rumah, dengan kelelahan, dan langsung merebahkan tubuh di kasur. Ayah gw ada di rumah, sehingga ada yang menebus obat, namun selama istirahat itu, kepala gw terus dibombardir rasa sakit, membuat gw menggeliat-geliat terus menerus.
Selama 2 hari gw terus kesakitan, gw merasa menderita. Terlintas suatu pemikiran, "jadi seperti inikah orang2 yang sakit DB? kalau mereka yang tumor otak, akankah seperti ini atau lebih sakit lagi?" Selama gw mengerang dan menggeliat tak karuan, ayah gw datang membawakan obat. Setelah konsumsi pertama, tetap saja gw kesakitan dan menggeliat di dalam kamar. Rasanya sudah tak tertahankan, sekilas ingin diberi anastesi atau dipotong saja kepala ini. Ingin ada yang menemani, ingin ada yang teman untuk bercerita, sayangnya tidak ada yang disamping, "inikah rasanya kalau anak kost lagi sakit? Sendirian pastinya..."
Namun setelah konsumsi kedua dan ketiga, rasa sakitnya menghilang tiba-tiba, ketika gw tertidur (dalam obat memang ad obat bikin ngantuk kata dokter), dan gw bisa sadar sepenuhnya setelah tidur 4-5 jam. Jadi waktu sudah jam 5-6PM, gw mulai nyari diktat... baca2. Tapi cuman 1 diktat juga, terkadang pusing itu datang lagi. Dan akhirnya gw berpikir untuk tidur saja.
Dan gw berpikir apa saja yang sudah terjadi. Setelah gw runut2 kebelakang, semakin hal yang terpikirkan, seperti rasa sakit, penyakit terminal, kos, pasien, ujian.... UJIAN! Besok ujian! Haduww.. besok gimana nih?! Ujian tapi lom blajar apa2! Tapia da surat sakit sie, tapi repot ngurusnya... tapi kalo ujian juga gak bisa ngapa2in... gimana ya?
~D.Lukman
Jumat, 07 Januari 2011
Today.
Wedehh.. hari ini banyak pengalaman!!
5:00AM
Hari ini dimulai dengan bangun pagi yang tepat waktu, tumben2an, padahal kemarennya (6/1/11) tidur kmaleman karna makan BK di Empo, sampe rumah dah malem, padahal hari ini tuh Responsi Skill Lab. Entah bagaimana, hari ini bisa bangun pagi dengan baik. Bersiap2 di kampus dengan semangat.
7:20AM
Masuk kuliah, dimulai dengan kuliah dr. Maria tentang "Gangguan miksi, diuresis, & Hematuria", yah selama kuliah 1 jam lebih tadi, cukup focus sie walau gak ditemani diktat, jadi cuma coret2 di notes yg ada. Intinya gak terlalu sulit sie, juga dr. Maria memberikan banyak wejangan tentang hal-hal klinis beserta pengalaman2nya yg pernah beliau temui.
9:00AM
Lalu dilanjutkan ke SL, dengan waktu yang ada, sangat sedikit waktu untuk belajar SL, kmaren malem juga gak sempet baca dalem, dah ketiduran. Waktu masuk ruang SL, dah bingung karena SL sebelumnya juga dr Budi gak jelasin secara step-by-step, cuma secara garis besar. Trus mulai responsi, untungnya dr Budi gak terlalu liat detail, walau di awal2 pada bingung, cuma ditegur en diajarin detail2 yang bener selama responsi. Waktu giliran gw, entah udah belajar lewat temen2 PBL 14 yang udah duluan, gw lancar2 aja waktu ngerjain folley-nya. Thx bwat Rene, Metty, Dito, Andrew, Agnes, & Esther yang dah ngajarin dari awal. Hehe, copy skill.
11:00AM
Bis itu lanjut kuliah dr. Murtono, hari ini gw bawa diktatnya (untung saja), lanjut lagi dari bahan urolithiasis, awal2nya sie masi panas nie otak, lama2 kendor, beberapa kali jatoh bangun di perang itu. Bah. Untungnya sie cuma 1 jem lebih juga. Langsung lah makan siang di kantin RuDuk tercintha.
1:00PM
Selagi nunggu kuliah terakhir, di jadwal harusnya jem 1, tapi dr Santoso (menggantikan dr Maria) telat, sambil nunggu, sambil denger en skalian nyanyi bareng 2 sahabat. Wkwk, stidaknya bisa ikut nyanyi beberapa lagu.. Eh tiba2 dateng bapak2 gemuk berkemeja bergaris-garis, dan smua suara2 ribut dalam kelas tiba2 hilang, seperti di telan bumi. Ketika kuliah dimulai, hanya terdengar komat-kamit seorang bapak2 di depan meja,
"disana ada mic, dok, dipake napa? Nie kelas gede!" dalam pikiran gw, melihat dr Santoso ngomong2 sendiri, entah sama siapa.
Akhirnya dia pakai mic juga sie, namun, entah kuliahnya yang memang berat (sudah dikasi warning sama dr Maria tadi pagi, bahan "Keseimbangan Asam-basa" sangat sulit dicerna), atau perkataan sie dokter yang super monoton, membuat gw jatuh.....bangun. Jatuhh.......................bangun. Sepertinya, slama stengah kuliah, gw hilang dari peredaran dalam kelas, menuju dunia yang gelap, namun nyaman untuk beristirahat. Gw kembali sadar setelah bagian2 tengah - akhir dikuliahkan, 1 jam sebelum selesai. Ntahlah dr Santoso ngomong apa, gak ada yang gw cerna sedikitpun. Sori dok, laen kali jgn taro bahan kuliah yg super berat di waktu2 yg kurang produktif dong... itu waktu istirahat saya :P
3:00PM
Yah, pokoknya kuliah gak jelas tadi sudah selesai, gw harus buru2 ke chapel untuk latihan MSC, dan anak2 08 pada hilang gitu, gw jd ragu untuk masuk. Dengan keberanian gw membuka pintu chapel, eh Naomi tiba2 ngebuka juga, bersiap di depan pintu. Alhasil, gw dengan teman '10 (gw lupa terus namanya) diajari Naomi akan lagu2 untuk ultah misa FKUAJ. Ntah gw bisa ikut atau tidak..
5:00PM
Still at Pluit, gw bukan pulang tapi langsung ke gereja buat KK Clorophyl! YEAH! Tapi sayangnya ngaret sampai 1 jem lebih karna nunggu yg lom dateng. Yah, pada akhirnya smuanya ngumpul dah belajar. Tema hari ini tentang "Penatalayanan Waktu", bagaimana pandangan - prinsip - (lupa satu lagi, lebih ke aksinya gimana) dari alkitab tentang waktu. Di bagian trakhir sama kek yg diajarin edbert sie, tentang 4 tahap pekerjaan. Gw rada lupa sie.. (ap sie bert?)
Yah pokoknya gw jd smangat untuk membuat jadwal, dan direvisi lagi. Plan ___ Review Evaluate. Lupa... Yah, intinya, blajar banyak dari KK CLorophyl :D
7:30PM
Gak kerasa dah 1 jem lebih blajar, en akhirnya dijemput bokap. Sampe rumah, eh ad Ko wempy dateng. Haha, jadi tamba seneng. kerasa punya ko2 kedua. ntah mirip ko leo ato emang ramah, sering ke rumah juga sie dulu, jd dah kek sodara. :)
12:04AM - next day.
Jadi... dah sekitar 3 jam di depan komputer, saatnya kabur ke kamar untuk... buka komputer lagi. haha! Atur jadwal, sate, en tidur deh.
HAPPY SATURDAY!
~D. Lukman
5:00AM
Hari ini dimulai dengan bangun pagi yang tepat waktu, tumben2an, padahal kemarennya (6/1/11) tidur kmaleman karna makan BK di Empo, sampe rumah dah malem, padahal hari ini tuh Responsi Skill Lab. Entah bagaimana, hari ini bisa bangun pagi dengan baik. Bersiap2 di kampus dengan semangat.
7:20AM
Masuk kuliah, dimulai dengan kuliah dr. Maria tentang "Gangguan miksi, diuresis, & Hematuria", yah selama kuliah 1 jam lebih tadi, cukup focus sie walau gak ditemani diktat, jadi cuma coret2 di notes yg ada. Intinya gak terlalu sulit sie, juga dr. Maria memberikan banyak wejangan tentang hal-hal klinis beserta pengalaman2nya yg pernah beliau temui.
9:00AM
Lalu dilanjutkan ke SL, dengan waktu yang ada, sangat sedikit waktu untuk belajar SL, kmaren malem juga gak sempet baca dalem, dah ketiduran. Waktu masuk ruang SL, dah bingung karena SL sebelumnya juga dr Budi gak jelasin secara step-by-step, cuma secara garis besar. Trus mulai responsi, untungnya dr Budi gak terlalu liat detail, walau di awal2 pada bingung, cuma ditegur en diajarin detail2 yang bener selama responsi. Waktu giliran gw, entah udah belajar lewat temen2 PBL 14 yang udah duluan, gw lancar2 aja waktu ngerjain folley-nya. Thx bwat Rene, Metty, Dito, Andrew, Agnes, & Esther yang dah ngajarin dari awal. Hehe, copy skill.
11:00AM
Bis itu lanjut kuliah dr. Murtono, hari ini gw bawa diktatnya (untung saja), lanjut lagi dari bahan urolithiasis, awal2nya sie masi panas nie otak, lama2 kendor, beberapa kali jatoh bangun di perang itu. Bah. Untungnya sie cuma 1 jem lebih juga. Langsung lah makan siang di kantin RuDuk tercintha.
1:00PM
Selagi nunggu kuliah terakhir, di jadwal harusnya jem 1, tapi dr Santoso (menggantikan dr Maria) telat, sambil nunggu, sambil denger en skalian nyanyi bareng 2 sahabat. Wkwk, stidaknya bisa ikut nyanyi beberapa lagu.. Eh tiba2 dateng bapak2 gemuk berkemeja bergaris-garis, dan smua suara2 ribut dalam kelas tiba2 hilang, seperti di telan bumi. Ketika kuliah dimulai, hanya terdengar komat-kamit seorang bapak2 di depan meja,
"disana ada mic, dok, dipake napa? Nie kelas gede!" dalam pikiran gw, melihat dr Santoso ngomong2 sendiri, entah sama siapa.
Akhirnya dia pakai mic juga sie, namun, entah kuliahnya yang memang berat (sudah dikasi warning sama dr Maria tadi pagi, bahan "Keseimbangan Asam-basa" sangat sulit dicerna), atau perkataan sie dokter yang super monoton, membuat gw jatuh.....bangun. Jatuhh.......................bangun. Sepertinya, slama stengah kuliah, gw hilang dari peredaran dalam kelas, menuju dunia yang gelap, namun nyaman untuk beristirahat. Gw kembali sadar setelah bagian2 tengah - akhir dikuliahkan, 1 jam sebelum selesai. Ntahlah dr Santoso ngomong apa, gak ada yang gw cerna sedikitpun. Sori dok, laen kali jgn taro bahan kuliah yg super berat di waktu2 yg kurang produktif dong... itu waktu istirahat saya :P
3:00PM
Yah, pokoknya kuliah gak jelas tadi sudah selesai, gw harus buru2 ke chapel untuk latihan MSC, dan anak2 08 pada hilang gitu, gw jd ragu untuk masuk. Dengan keberanian gw membuka pintu chapel, eh Naomi tiba2 ngebuka juga, bersiap di depan pintu. Alhasil, gw dengan teman '10 (gw lupa terus namanya) diajari Naomi akan lagu2 untuk ultah misa FKUAJ. Ntah gw bisa ikut atau tidak..
5:00PM
Still at Pluit, gw bukan pulang tapi langsung ke gereja buat KK Clorophyl! YEAH! Tapi sayangnya ngaret sampai 1 jem lebih karna nunggu yg lom dateng. Yah, pada akhirnya smuanya ngumpul dah belajar. Tema hari ini tentang "Penatalayanan Waktu", bagaimana pandangan - prinsip - (lupa satu lagi, lebih ke aksinya gimana) dari alkitab tentang waktu. Di bagian trakhir sama kek yg diajarin edbert sie, tentang 4 tahap pekerjaan. Gw rada lupa sie.. (ap sie bert?)
Yah pokoknya gw jd smangat untuk membuat jadwal, dan direvisi lagi. Plan ___ Review Evaluate. Lupa... Yah, intinya, blajar banyak dari KK CLorophyl :D
7:30PM
Gak kerasa dah 1 jem lebih blajar, en akhirnya dijemput bokap. Sampe rumah, eh ad Ko wempy dateng. Haha, jadi tamba seneng. kerasa punya ko2 kedua. ntah mirip ko leo ato emang ramah, sering ke rumah juga sie dulu, jd dah kek sodara. :)
12:04AM - next day.
Jadi... dah sekitar 3 jam di depan komputer, saatnya kabur ke kamar untuk... buka komputer lagi. haha! Atur jadwal, sate, en tidur deh.
HAPPY SATURDAY!
~D. Lukman
Senin, 27 Desember 2010
Relationship : Wrong Motivations?
Gw sedang membaca buku leadership berjudul "Make Today Count" yang ditulis oleh John C. Maxwell, yang sudah ditranslasikan ke bahasa Indonesia, dimana gw menemukan perkataan seseorang yang membuat pikiran gw melayang-layang dalam kebingungan.. dan kecemasan.
di Bab 9, tentang Hubungan/Relationship di halaman ke 147, seorang yang bernama Leo Buscaglia, seorang penulis buku "Loving Each Other" berkata :
di Bab 9, tentang Hubungan/Relationship di halaman ke 147, seorang yang bernama Leo Buscaglia, seorang penulis buku "Loving Each Other" berkata :
"Selalu awali sebuah hubungan dengan bertanya : Apakah saya memiliki motivasi tersembunyi saat saya berhubungan dengan orang ini? Apakah perhatian saya bersyarat? Apakah saya berusaha melarikan diri dari sesuatu? Apakah saya berencana untuk mengubah orang ini? Apakah saya butuh orang ini untuk menolong saya memperbaiki kekurangan dalam diri saya? Jika jawaban Anda untuk pertanyaan yang manapun adalah ya, tinggalkanlah orang itu. Ia lebih baik tanpa diri Anda."
Gw berkata dalam hati, "HAH?! Beneran nih?" tercengang, lalu merenung, apakah selama ini motivasi gw dalam bersahabat benar sebatas mencari teman atau malah mengeksploitasi, memanipulasi mereka untuk keuntungan diri sendiri? Gw takut, apakah gw selama ini seperti itu.... Bukannya bermaksud membenarkan diri, tapi gw merasa bukan mencari teman untuk memonopoli ataupun memanfaatkan, tapi bisa saja pikiran seperti itu terkadang terlintas begitu saja. Gw takut secara sengaja (ataupun tidak) memanfaatkan teman-teman gw.
Jika ada teman yang selama ini gw perlakukan (ataupun merasa diperlakukan) seperti itu, maafkan gw, gw akan berusaha lebih baik lagi.
~Daniel L.
Jika ada teman yang selama ini gw perlakukan (ataupun merasa diperlakukan) seperti itu, maafkan gw, gw akan berusaha lebih baik lagi.
~Daniel L.
Langganan:
Postingan (Atom)